Perbandingan Jasa Kontraktor Atau Dengan Tukang Harian

Rumah merupakan tempat tenyaman saat anda sudah lelah seharian melakukan aktivitas anda sehari – hari baik itu di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Untuk pembangunan rumah juga sebaiknya anda mendesainnya sendiri agar anda bisa sangat nyaman saat berada dirumah karena anda tahu betul nantinya rumah yang akan dibangun akan menjadi seperti apa.

Dalam pembangunan suatu rumah tentu saja anda inginkan yang terbaik dalam pembuatannya, apalagi ini untuk membangun rumah yang sudah anda inginkan sejak lama. Dalam hal materialnya pun harus yang berkualitas supaya nantinya hasilnya pun akan bagus dan tidak akan mengecewakan anda.

Dan untuk menggunakan jasa kontraktor atau dengan tukang harian bisa menjadi pertimbangan dalam pembangunan rumah anda, walaupun ini terlihat sepele namun hal ini sangat penting dalam proses pembuatan suatu rumah karena jasa – jasa tersebut sangat memengaruhi hasil yang akan di dapatkan saat setelah selesai pembangunan suatu rumah.

Penggunaan Jasa Kontraktor

Kontraktor meruakan orang atau badan usaha atau pun suatu badan yang mana dikontrak untuk menjalankan atau mengerjakan proyek pekerjaan yang berdasarkan dengan isi kontrak yang mana sudah disetujui oleh pemilik proyek dan kontraktor tersebut.

Biasanya orang – orang seringkali mendengar jasa kontraktor untuk proyek yang dalam taraf skala yang besar seperti halnya dalam membuat bangunan pusat perbelanjaan, real estate dan gedung perkantoran. Proyek – proyek yang dalam skala besar ini seringkali di percaya kepada jasa kontraktor untuk membangun suatu bangunan atau gedung karena alasan tertentu.

Walaupun jasa kontraktor seringkali digunakan untuk proyek yang besar namun juga bisa di gunakan untuk proyek – proyek seperti pembangunan suatu rumah untuk di jadikan tempat tinggal. Dengan menggunakan jasa kontraktor anda bisa berkonsultasi karena pengalaman yang sudah banyak dialami oleh jasa kontraktor ini.

Yang dapat didapatkan dengan menggunakan jasa kontraktor yaitu:

1. Jasa kontraktor mempunyai lisensi sertifikat resmi

Anda juga bisa sangat mempercayakan jasa kontraktor karena kontraktor ini sudah mempunyai lisensi atau sertifikat resmi dari keahliannya itu sendiri sehingga anda tidak perlu khawatir dengan hasil yang akan didapatkan dengan menggunakan jasa kontraktor ini.

Untuk proyek pengerjaan sebuah rumah tempat tinggal biasanya kontraktor akan beberapa kali menemui calon customer untuk membicarakan rencana anggaran biaya yang akan dikeluarkan untuk proses pembangunan rumah tersebut sehingga dengan adanya rencana anggaran tidak akan terjadi kecurangan anggaran dalam proyek pembangunan sebuah rumah.

2. Adanya surat perjanjian kontrak kerja (SPK)

Jasa kontraktor dan calon customer pun akan melakukan surat perjanjian kontrak kerja dan akan melakukan survei ke tempat proyek sebuah rumah yang akan di bangun dan saat survei di lakukan biasanya kontraktor akan membuat pengukuran yang lebih detail lagi. Oleh karena hal itu untuk surat perjanjian kontrak kerja menjadi akurat.

Dengan adanya surat perjanjian kontrak kerja proses pengerjaan dari proyek rumah dengan menggunakan jas kontraktor ini banyak membutuhkan persiapan dari pihak customer itu sendiri dan jika ada terjadi kesalahan pada saat proses pembangunan maka customer dapat merujuk pada apa yang sudah tertera dalam surat perjanjian kontrak kerja.

3. Sistem untuk pembayaran kontraktor

Untuk pembayaran yang digunakan untuk jasa kontraktor ini biasanya menggunakan sistem termin atau yang biasa disebut dengan bertahap. Tetapi, ada juga kontraktor yang menggunakan sistem dalam pembayarannya yaitu cost and fee.

Pada sistem pembayaran yang termin ini biasanya akan dibagi menjadi empat tahapan yaitu pembayaran yang di sesuaikan dengan progres dari proyek tersebut. Dengan menggunakan jasa kontraktor ini biasanya sebelum proyek berlangsung maka melakukan pemberian uang muka. Uang muka disini biasanya berjumlah kurang lebih 20% sampai 30% dari nilai kontrak tersebut.

Sesudah anda memberikan uang muka kepada kontraktor maka tahap selanjutnya yaitu sang kontraktor akan memulai pekerjaan yang sudah di kontrak dengan anda dan setelah proses dari proyek atau pembangunan rumah tersebut sudah mencapai 50% maka akan di lakukan proses pembayaran yang kedua.

Dan untuk proses pembayaran yang berikutnya dilakukan sesuai dengan proses termin yang sudah disepakati oleh kedua pihak dan jika proses pembangunan rumah tersebut sudah selesai maka pembayaran terakhir akan dibayarkan.

Tetapi, untuk memastikan sebuah pekerjaan dari kontraktor itu sesuai dengan keinginan anda maka anda dapat menahan sebesar 5% hingga 10% dari kontrak nilai yang sudah disepakati oleh kedua pihak sebagai garansi.

Sedangkan untuk sistem pembayaran cost and fee yaitu kontraktor ini akan bertindak sebagai pengelola dari proyek tersebut dan kontraktor ini akan menggunakan sistem yaitu mengambil upah sebesar 10% dari nilai proyek yang sudah disepakati.

Penggunaan Jasa Tukang Harian

Penggunaan jasa pembangunan pada tukang harian sering dilakukan pada daerah – daerah yang terletak di desa atau juga bisa dilakukan diperkotaan.

Yang bisa anda dapatkan jika menggunakan jasatukang harian yaitu sebagai berikut:

1. Sistem pembayaran tukang harian

Untuk sistem pembayaran yang dilakukan pada pekerja tukang harian yaitu dilakukan dengan dua sistem yaitu yang pertama dengan sistem borongan seperti semua biaya yang termasuk dalam bahan dan pekerjaan di lakukan langsung oleh pekerjaan dan customer hanya mengawasi saja.

Sedangkan untuk sistem kedua yaitu customer menyediakan bahan bangunan sendiri dan customer hanya membayar untuk upah pekerja saja.

2. Tidak ada izin usaha resmi

Para pekerja atau tukang harian ini tidak memiliki surat izin usaha resmi dan tukang harian ini tidak berbadan hukum. Para tukang harian ini bekerja dengan mengandalkan pengalaman yang sudah mereka dapatkan dari pekerjaan – pekerjaan sebelumnya.

Kemampuan dari para tukang harian ini juga bagus dalam pekerjaan karena sudah memiliki banyak pengalaman yang sudah di laluinya dan keterampilan ini biasanya juga bisa didapatkan dari otodidak atau yang sudah diajarkan oleh sesama pekerja.

3. Perjanjian tukang harian secara lisan

Kontrak kerja yang dilakukan oleh customer dengan tukang harian ini biasanya tidak menggunakan kontrak tertulis, hanya dengan menggunakan kesepakatan secara lisan antara para pekerja dengan customer.

Dengan adanya perjanjian secara lisan, hal ini customer harus selalu waspada dan hati – hati dalam mengawasi setiap proses pembangunan suatu rumah tempat tinggal karena jika terjadi kesalahan atau kecurangan yang dibuat oleh pekerja maka akan sulit untuk meluruskannya karena hanya mengandalkan lisan tanpa adanya kesepakatan tertulis sehingga akan susah.

4. Tukang harian untuk proyek kecil

Jasa tukang harian biasanya hanya digunakan untuk proyek pembangunan rumah yang bisa dikatakan dengan rumah minimalis karena dana yang di miliki oleh customer juga sedikit. Dengan dana yang sedikit akan lebih mudah dengan menggunakan tuang harian daripada menggunakan jasa kontraktor, karena biaya kontraktor terbilang cukup mahal sehingga akan sulit untuk customer yang mempunyai dana yang cukup minim.

Please follow and like us:
Follow by Email
RSS
Facebook
Twitter
YouTube
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *